Bagian vokal pun tidak melulu di set selalu terdengar menyeramkan layaknya setan yang sedang mencangkul tanah di neraka yang basah. Walau pun pastinya hal tersebut tidak lepas dari musik mereka. Otak di sini sudah pasti adalah yang bernama Neige karena dia lah yang mengisi gitar, vokal, bass, dan synths sekaligus dan dibantu personel lain bernama Winterhalter yang bermain drum. Neige pun sebagai komponis begitu pandainya memberi proporsi yang sesuai pada musik Alcest agar tak terdengar monoton. Musik black metal yang sejatinya kebanyakan gelap dan suram disinergikan dengan apa yang sekarang sedang trend dengan sebutan musik postrock, dan voila!, terciptalah alur musik melembah dan menggunung (coba dipikirkan sendiri). Dari petikan-petikan gitar yang meruang, distorsi ringan yang riuh sampai pada suara vokal serak dan ketukan-ketukan cepat nan rapat disajikan pada lagu Écailles de Lune part I dan part II.
Lalu simaklah Percées de Lumière yang luar biasa keren karena bagian-bagian rhythm gitarnya sungguh membuat adrenalin membuih. Dan lalu mengapa Alcest disebut-sebut juga sebagai pengusung musik shoegaze jawabannya dapat disimak pada Solar Song. Mungkin album ini dapat disejajarkan dengan .neon-nya Lantlos, yang notabene satu lingkup ruang dengan mereka namun terdengar lebih gelap. Nah, itulah mengapa kita tak harus selalu takut bila mendengar nama Black Metal, karena ternyata black metal bisa bersatu dengan berbagai elemen lain yang membuatnya jadi terasa indah dan tidak menjemukan. Simaklah Écailles de Lune maka anda mungkin akan berniat lebih jauh untuk bereksplorasi di lembah imajinasi setan yang bersisi baik.
Rate: Must listened in this 2010!
Released: 29 March 2010
Tags: Black Metal, Postrock, Shoegaze
Label: Prophecy Productions
Web: www.myspace.com/alcestmusic; www.alcest-music.com
ALCEST - Ecailles De Lune (2010)

Read 323 times
Published in
Review Music