"Nggak bisa susah, kenapa nggak ada lirik berbahasa Indonesia? Saya nggak punya referensi idola yang pas dalam masalah lirik dari Indonesia. Akhirnya idola saya dari luar," ujar Satrio dalam jumpa pers Grey Concert di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, Senin (14/5).
Satrio menambahkan, referensi menulis lirik dia dapatkan dari grup asal Inggris, The Cure.
"Kalau dari luar The Cure. Akhirnya itu jadi kebiasaan yang saya anggap buruk. Gue nggak bisa ngomong manis dalam bahasa Indonesia," jelasnya.

