Berisik Radio | Indie School Radio

Munny World Festival Indonesia 2011

Munny World Festival Indonesia 2011 Munny World Festival Indonesia 2011

Munny World Festival Indonesia 2011 (MWFI 2011) adalah event custom toy terbesar di Indonesia dengan menggunakan platform do-it-yourself Munny dari Kidrobot. Tahun ini digelar dengan menggunakan Munny 7 inci yang lebih besar, disebut Munny V4.

MWFI menampilkan showcase kompetisi, pameran Munny custom, kompetisi on-the-spot, pameran toys desainer Indonesia dan demonstrasi menggambar, berlangsung pada 9 – 11 Desember 2011 di area LEVEL ONE East Mall, Grand Indonesia Shopping Town.

Munny World Festival Indonesia pertama kali diselenggarakan di area LEVEL ONE, Grand Indonesia Shopping Town. Dengan pengunjung mencapai hampir 5000 orang, Munny World Festival Indonesia sukses besar. Dengan 25 peserta, tampil pula 14 seniman dari Jakarta, Bandung dan Singapura di acara ini. Dari merangkai mainan langsung di tempat, menggambar sampai talk show membuat MWFI berjubel pengunjung.

Beberapa seniman yang turut serta dalam MWFI juga pernah berpartisipasi dalam event dunia. Pada 2010, ada dua pemenang, Silvia Tampi dan Andri Wijaya (Kong Andri). Pada 2011, ada tiga pemenang, Tamish Aswani (Pronto Pixel), Lisa Saputra dan Erwin Cahyono (The Mongar).

Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran adalah:

Eric Noah (Bandung, Id)

Desainer grafis yang terjun ke dunia street art pada tahun 2008 dan membentuk tim dengan beberapa teman-temannya yang dinamakan MUTE.

Freddy Chandra (Jakarta, Id)

Visual artist asal Jogja. Saat ini bekerja menjadi Project Manager bersama Indieguerillas.

GodofToy (Bandung, Id)

Alterego dari Aldo Khalid, commercial props artist, modeler, filmmaker, dan juga founder serta pemilik “Museum Mainan 80an”.

Hendra “HeHe” Harsono (Yogyakarta, Id)

Visual artis asal Yogyakarta, yang dalam kehidupan berkaryanya selalu bereksplor dengan berbagai media, salah satunya adalah mainan. Akrab disapa Hehe.

Iwan Effendi (Yogyakarta, Id)

Seniman multi talenta, pelukis, pertunjukan boneka, setting desainer, sekaligus produser papermoon puppet. Kombinasi ini menciptakan keunikan tersendiri dalam karya-karya Iwan Effendi.

KOMA INDO (Jakarta, Id)

KOMA (INDO) adalah alterego dari Meriken Lybia, seorang street artist berbakat yang selalu hadir dengan karakternya “Buto Ijo”.

Kong Andri (Jakarta, Id)

Kecintaannya dengan dunia mainan membuat Kong Andri mempunyai kesenangan untuk merombak / custom mainan. Kong Andri sendiri adalah salah satu pemenang Munny World Festival Indonesia 2010.

Pinkversusblack (Jakarta, Id)

Visual artist asal Jakarta yang selalu muncul dengan warna-warni yang colourful. Di samping itu, dia adalah seorang surfer dan salah satu pendiri “Longboard Girl Crew Indonesia”.

TellThem (Bandung, Id)

Mulai dikenal dengan nama TellThem sekitar 5 tahun yang lalu, saat terjun dalam dunia street art. Meizen ND a.k.a. TellThem kemudian banyak berkembang dengan karakter yang dibuat dalam proses berkaryanya.

The Popo (Jakarta, Id)

Dikenal sebagai seorang street artist yang mempunyai karakter yang kuat dan nyentrik. DIa juga salah satu aktivis seni rupa yang bernaung dalam Ruang Rupa. Di samping itu, The Popo juga bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Ykha Amels (Bandung, Id)

Mengawali karirnya sebagai seorang illustrator dengan bergabung dalam S.C.A.N.D.A.L Studio pada tahun 2009. Karya-karyanya banyak terlihat di bidang fashion, musik, advertisement, literature, dan berbagai media cetak. Gaya goresan Fluid menjadi ciri khas dalam karya-karyanya.

 

ArkivVllmansa (Bandung, Id)

Beberapa tahun terakhir nama Arkiv cukup menjadi sorotan di dunia seni rupa Indonesia. Hadir dengan gaya pop culture dan toy membuatnya digemari. Arkiv sendiri sudah banyak merilis mainan yang dibuatnya. Baik di Indonesia maupun luar negeri.

Bismarck Toy Lab (Jakarta, Id)

Bismarck Toy Lab adalah cetusan dari Johanes, seorang pecinta mainan yang akhirnya merilis mainan desainnya sendiri yang dinamakan Solid Boy. Bismarck Toy Lab sendiri saat ini berada dalam naungan Plastic Culture.

Breeanzz (Bandung, Id)

Breeanzz a.k.a Brian Harsanto, seorang kreatif yang membangun studio desain di Bandung. Di samping itu, Brian sendiri telah merilis mainan buatannya yang dinamakan Beat Up Boxer.

Cikcuk (Hamburg, Jerman)

Seorang seniman asal Jerman yang tinggal di Bandung. Mempunyai basic arsitektur, memulai karir di seni rupa dari street art dan kemudian berkembang ke toys dan fashion.

Marine Ramdhani (Bandung, Id)

Pemilik Lou Belle Shop, My Tummy Toys dan FFWD Records. Di luar semua kesibukannya, Marine adalah kolektor mainan yang menciptakan karakternya yang dinamakan Jouwe.

Indieguerillas (Yogyakarta, Id)

Dibentuk pada tahun 1999 oleh Miko Bawono dan Santi Ariestyowanti. Berawal dari studio desain, saat ini Indieguerillas berubah menjadi nama untuk pasangan suami – istri tersebut di seni rupa kontemporer Indonesia. Awal 2011, mereka merilis sebuah platform toy yang dinamakan TV EYE.

The Yellow Dino (Bandung, Id)

The Yellow Dino adalah playground dari Yudi Andhika, seorang seniman seni rupa kontemporer Indonesia yang senang berkarya dengan berbagai medium baru.

Recycle Experience (Bandung, Id)

Recycle Experience, yang biasa disingkat menjadi REEXP, adalah nama tim dari Evan dan Attina. Mempunyai konsep yang unik dalam berkarya, di mana selalu menggunakan barang-barang temuan mereka dan kemudian diolah menjadi karya mereka.

Thunder Panda (Jakarta, Id)

Thunder Panda merupakan alterego dari Eric Wirjanata, seorang visual artist residence Plastic Culture, yang mempunyai gaya sangat unik dalam karya-karyanya. DI samping itu, Eric adalah penggagas web musik Deathrockstar.com.

Mahdesi Iskandar

Mahdesi Iskandar

Music director; berisikradio.com
Manajemen Rumah Kita @justblackstar, @plug2play, @somethingel, @britPostBlue, @FOH_Madness Liverpudlian Konser KoinFollow Mahdesi on TwitterAdd Friend Mahsedi Iskandar on Facebook

blog comments powered by Disqus