SIXFLOW
Domisili: Padang
Recommended by: @padangonstage
Banyak band di Kota Padang memilih genre yang beraura cadas untuk alas perjalanan bermusik mereka. Pengaruh musik rock 90'an dan musik metal underground, bahkan punk masih begitu kental di ranah Minang. Tak banyak band yang terdeteksi tumbuh dan berkembang dengan genre-genre yang albino dari musik cadas/keras di Kota Padang.
Tidak seperti kebanyakan lagu cinta yang menye-menye, lagu ini dikemas up beat dan mampu membuat kaki-kaki penikmat lagu ini untuk bergoyang sesuai ritme mereka. Secara keseluruhan, lagu ini adalah hadiah yang pas buat lo yang sedang jatuh cinta. Enam orang anak muda yang masing-masing bernama Vany (Vocal), Andry (Guitar), Alma (Guitar), Gybo (Bass), Tya (Keyboard) dan Ando (Drum) ini memiliki potensi untuk menghipnotis penikmat musik easy listening dengan musik-musik ala Sixflow yang nanti di tanggal 26 November akan genap berusia dua tahun.
UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN
Domisili: Bandung
Recommended by: @gigsplay
Setelah sukses dengan split album “We Sit Under The Big Bright Yellow Sun In The Sparkle Afternoon” (Loudforgoodness Records, 2010) bersama band shoegaze / pop asal Bandung, Sparkle Afternoon. Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) band yang telah berkecimpung di skena musik post-rock / Instrumental Indonesia sejak tahun 2007 silam ini dalam waktu dekat akan mengeluarkan full-lenght album pertama.
Single “Robotics” sendiri bercerita tentang sebuah sistem, betapa manusia kadang tidak berdaya melawan suatu sistem sehingga mereka terus mengikutinya seperti layaknya sebuah Robot.
CDR
Domisili: Pekan Baru
Recommended by: @depanMonitor
C.D.R adalah kependekan dari Community D Rock n roll. Adalah sebuah band asal Pekanbaru yang berdiri pada pertengahan 2008. Berawal dari pertemanan di kampus, Dicky (guitar/vocal), Awin (guitar), Andy (bass) dan John (drum) akhirnya sepakat untuk membuat sebuah band. Mereka memainkan music garage rock dan mengaku terpengaruh nama nama seperti The Hellacopters, Pink Floyd, The Fever, Ice age cobra, Bad Company sampai The Datsuns.
Pada lagu need money ini, mereka bercerita tentang kesenangan ketika mempunyai uang dan betapa uang itu sangat dibutuhkan. Mereka juga percaya bahwa Rock n Roll tak akan pernah basi dan akan bisa terus berevolusi.
HIDDEN MESSAGE
Domisili: Bogor
Recommended by: @Hujan! Radio
Band power pop asal Cibinong-Bogor yang percaya bahwa setiap kejadian yang terjadi di dunia mempunyai pesan tersembunyi yang mempunyai arti mendalam. Terbentuk di tanggal 18 Februari 2006, band ini percaya arti pesan tersembunyi bisa membuat dunia jadi tempat yang lebih baik.
THE BRENGSEX
Domisili: Medan
Recommended by: @wavezine
Band modern hard rock asal Medan yang bukan hanya nama band dan judul lagu yang bad ass, tapi juga lagu lagunya yang bener bener kenceng dan cadas. Dipengaruhi band band kayak Graveyard, The Datsuns ataupun Wolfmother, The Brengsex siap jadi idola baru musik rock.
PLUG & PLAY
Domisili: Tangerang
Recommended by: @berisikradio
Band yang mengusung visi bermusik UNIVERNATIVE ini terbentuk sejak tahun 2002. Masih tetap bertahan setelah sekian tahun dan single 'Tak Baik' menjadi andalan mereka untuk dunia musik Indonesia. Plug & Play Dengarkan & Nikmati.
I PUNCH WEREWOLF
Domisili: Bekasi
Recommended by: @KVLTmagzBand Metalcore yang satu ini mengibaratkan bandnya bagai sebuah mobil custom. Mesin untuk menggerakkannya di ambil dari rangkaian mesin-mesin pilihan dari The Black Dahlia Murder, Bring Me The Horizon dan Parkway Drive. Band yang terbentuk sejak tahun 2009 ini cukup percaya diri akan kemampuan bermusiknya bisa dilihat dengan bagaimana mereka mempromosikan musiknya melalui dunia maya.
OK KARAOKE
Domisili: Semarang
Recommended by: @houtskools
Band yang berdiri tahun 2005 di Semarang kini dengan formasi solid Febrian Aditya Putra aka. Dito (Vokal), Adiyat Jati Wicaksono (bas), Garna Raditya (gitar), Bhaskoro (gitar) dan Risqonadhimi Haque (drum). Band ini dibentuk oleh Bhaskoro dan Garna yang justru sebelumnya tercatat sebagai personil band Grindcore veteran dari kota Lumpia, AK47, yang kini sedang vakum. Pada pertengahan bulan oktober kemaren mereka mengeluarkan single yang berjudul "Casteless Man" yang bernuansa ala 90an british pop. Menurut penuturan dari dimi (drummer OK Karaoke), Lagu Casteless Man adalah merupakan "anthem" untuk seseorang yang merasa tersingkirkan akibat "pengkastaan" dalam sebuah masyarakat. "Mengadaptasi dari strata sosial di negara India, ternyata terdapat masyarakat yang menolak kasta akibat kekuasaan tertentu. Ini adalah metafora untuk semua insan supaya memberdayakan dirinya supaya mandiri dan berkarya meski tersingkirkan".
METALIC ASS
Domisili: Jogja
Recommended by: @XYZ_webzine
“Saatnya mengembalikan metal dengan menonton band-band thrash metal//Kita nonton Metallica//Kita nonton Megadeth//Kita nonton Slayer//Kita nonton Anthrax” Kalimat-kalimat itu merupakan penggalan lirik ‘Thrash Metal 1983’. Pemiliknya: Metallic Ass. Pada 2 April 2011, band asal Yogyakarta ini menelurkan album ‘Thrash Metal 1983’. Band yang berdiri pada 2008 ini ikut berselancar dalam gelombang kebangkitan thrash di Indonesia. Demam musik thrash di Indonesia berkelindan dengan fenomena di dunia. Indonesia ikut merasakan gelombang tersebut. Tidak hanya terjadi di Jakarta yang dikenal menjadi alas biak band-band thrash metal macam Gigantor dan Social Black Yelling, Metallic Ass asal Yogya ikut unjuk taring.

