Rasa penasaran mengenai materi album baru yang akan dirilis Pure Saturday semakin menghinggapi para pendengar setia mereka ketika dalam beberapa pertunjukan terahir mereka sering membawakan sejumlah lagu baru yang disinyalir akan masuk ke dalam album yang mereka namakan Grey. Terlebih saat dalam sebuah pertunjukan kolaborasi dengan musisi senior Yockie Suryoprayogo. Ada nuansa berbeda yang tergambar saat mereka memainkan dua lagu berjudul Horsemen dan Albatros. Dua lagu tersebut lebih terdengar progressive rock dibandingkan lagu-lagu mereka terdahulu yang kental akan nuansa british pop khas The Cure atau Ride.
“Kami tidak mengklaim album baru ini progressive rock, kami hanya ingin menunjukkan sisi lain dari band ini bahwa selain The Cure kami juga mendengarkan musik lain seperti Genesis dan Yes”, begitu ungkap Ade Muir, bassis Pure Saturday. Kelima personel Pure Saturday sepakat menganggap bahwa saat ini lah momen yang tepat untuk mengeksplorasi lebih jauh musikalitas mereka dan memainkan musik-musik yang mereka suka sebebas-bebasnya.
“Bukan berarti dulu kami ngga bebas, dari dulu kami juga bikin musik yang kami suka tapi mungkin memang sekarang momen nya buat bikin yang seperti ini” ucap Udhi, drummer Pure Saturday. Selain dua lagu tersebut yang sudah sering diperdengarkan, sebenarnya ada satu lagu yang akan dijadikan single pertama dari album ini yaitu Lighthouse. Lagu yang sudah dibawakan secara live sejak pertengahan 2010 ini merupakan lagu yang pertama kali rampung dari kesembilan lagu yang kelak ada dalam album Grey. Lagu ini juga sudah diperdengarkan secara serentak di beberapa radio terkemuka sejak 2 bulan yang lalu.
Kesibukan dan mood dijadikan alasan mengapa album baru ini terasa begitu lama dirilis sejak album terahir. Namun jika ingin kita cermati seolah sudah menjadi sebuah siklus bagi band yang sudah terbentuk sejak 1994 ini untuk tidak mengeluarkan album dengan rentang waktu yang singkat. Dimulai dari album pertama Pure Saturday yang dirilis tahun 1996, kemudian berturut-turut ada Utopia (1999), Elora (2005), Time for a change, Time to move on (2007). “Ya kenapa harus buru-buru, toh kita tidak ditarget harus mengeluarkan album tiap tahun, terlebih masing-masing personel juga memiliki kesibukan diluar band. Dan mengerjakan ini juga kan berdasarkan mood dan insting juga” kata Ade ketika ditanya mengapa album ini terlalu lama jaraknya dengan album terakhir. Selain alasan kesibukan, keinginan yang besar akan output yang berbeda ditiap album juga menjadi alasan yang utama. “Sebisa mungkin kami ingin album ini output nya berbeda dengan album-album yang sebelumnya, makanya kalo mau disimak album kami yang sebelumnya juga kan selalu beda outputnya satu sama lain” ucap Udhi.
Band yang beranggotakan Satrio “Iyo” Nurbambang (vokal), Adhitya “Adhi” Ardinugraha (gitar), Ade Muir Purnama (bas), Arief Hamdani (gitar), Yudhistira “Udhi” Ardinugraha (drum) menganggap passion lah yang membuat mereka tetap eksis hinggap hampir dua dekade ditengah serbuan band-band baru yang bermunculan. Sempat mengalami kevakuman karena ditinggalkan sementara oleh beberapa personelnya tidak lantas membuat Pure Saturday kehilangan namanya. “Saya percaya selama masih ada passion dari masing-masing personel maka band ini akan terus ada sampai kapan pun” tutur Ade yakin. Sementara itu Arief menambahkan bahwa kehadiran pendengar setia mereka yang selama ini dikenal dengan sapaan Pure People juga turut serta membuat passion band ini tetap ada. “Ya kami tentu sangat senang ketika karya kami masih ada yang mendengarkan dan mengapresiasi dan itu juga jadi salah satu alasan akhirnya album ini bisa rampung”.
Selanjutnya guna memperdengarkan keseluruhan isi album kepada penikmat musik mereka maka bersama G Production mereka berencana menggelar sebuah konser sekaligus launching album bertajuk PURE SATURDAY “THE GREY CONCERT” yang akan diselenggarakan pada Selasa, 15 Mei 2012, pukul 19.00 wib di Gedung Kesenian Jakarta. Tiket konser tersebut dijual dengan 3 kategori seharga 125rb (kategori 1), 85rb (kategori2) dan 65rb (kategori3). Dan tidak sampai 3 hari tiket konser tersebut dinyatakan sold out. Terlihat jelas betapa pure people sangat merindukan penampilan mereka secara tunggal diatas panggung. Kabarnya dalam konser ini juga akan tampil beberapa musisi yang berkolaborasi dengan mereka dalam album ini yaitu Yockie Suryoprayogo, Hendi Unyil (Themilo), dan Rekti (The SIGIT). Mereka pun menjanjikan akan adanya kejutan dalam konser ini. Selamat untuk Pure Saturday atas album barunya dan sampai jumpa di Gedung Kesenian Jakarta pada 15 Mei 2012.