Mulai beroperasi pada Maret 2009, studio yang terletak di Jl. Pahlawan No.6 Rempoa, Ciputat ini sudah cukup dikenal. Lokasinya yang berada di tepi jalan raya yang menghubungkan kawasan Rempoa, Bintaro dengan Jalan Ciputat Raya cukup mudah ditemui. Sekilas jika diperhatikan dari luar tidak nampak sebuah studio karena terdapat bengkel mobil yang notabene masih milik keluarga Dimas. Als Studio terletak di lantai tiga bangunan yang berada disamping bengkel mobil tersebut.
“Penyanyi papan atas Afgan pernah melakukan rekaman disini untuk sebuah acara off air. Selain itu, penyanyi Melanie Subono putri dari promotor musik Adrie Subono pun pernah berlatih disini,” ucap Dimas membuka pembicaraan.
Pada awal berdirinya, Als Studio hanya memiliki studio untuk latihan. Nama Als diadaptasi dari nama sang adik, Almira. Untuk membangun Als Studio Dimas menghabiskan dana sekitar Rp200 juta. “Kabel dan microphone itu yang paling terasa mahal walaupun jika dilihat dari bentuk rasanya tak sebanding. Tapi tak masalah karena gue mengutamakan kualitas,” ujar ayah dua anak ini.
Untuk penyewaan studio musik yang berukuran kira-kira 5x6 meter selama satu jam, Dimas mematok harga Rp50.000. Sedikit lebih mahal jika dibandingkan harga pasarasan penyewaan studio musik. “Harga tersebut berbanding lurus dengan kualitas alat yang ditawarkan,” kata Dimas menjamin.
Lagipula target utama penyewa studio yang diincar Dimas bukan anak-anak sekolah yang sekadar masih menjadikan musik sebagai penyaluran hobi. Lebih dari itu, Dimas membidik band yang mulai agak serius dalam bermusik. Serius dalam artian mereka sudah mempunyai lagu ciptaan sendiri dan visi ke depan tentang bermusik, meskipun Dimas tidak menutup kemungkinan dari band yang sekadar hobi. “Di sekitar sini memang ada beberapa sekolah dan universitas yang merupakan pasar terbesar. Cuma dari awal gue ingin studio ini jadi tempat nongkrong komunitas musik indie yang segmennya lebih luas,” tambahnya.
Dalam sehari studio yang beroperasi mulai jam 12 siang hingga jam 12 malam ini biasanya menghabiskan 5 sampai 6 jam untuk sewa, itu pun pada hari biasa. Sedangkan pada akhir minggu, Als Studio bisa dipastikan full booked.
Tak sampai dua tahun usahanya berjalan, Dimas menambah fasilitas studio rekaman. Ada dua paket rekaman yang ditawarkan oleh Dimas, yakni paket 1 shift (selama 4 jam) seharga Rp250.000 dan 1 shift (selama 6 jam) yang ditawarkan Rp 500.000. Menurut Dimas, pada paket pertama mode rekamannya adalah live track. Pada live track, band akan bermain secara live dan setiap instrumennya direkam terpisah. Jadi jika satu instrumen melakukan kesalahan saat bermain di tengah lagu, maka rekaman akan diulang dari awal. “Biasanya 1-2 jam pertama dihabiskan untuk mengatur instrumen,” ujar pria yang juga masih aktif bermusik ini.
Paket kedua ditawarkan lebih mahal, sebab menurut Dimas, kualitas instrumen yang digunakan sudah mengikuti standar industri rekaman. Pada paket kedua ini, mode rekaman yang ditawarkan adalah full track. Mode rekaman seperti ini, biasanya setiap anggota band akan direkam permainannya satu persatu. Kemudian setelah selesai semua hasil rekaman akan di mixing. Dalam sebulan, Als Studio mampu melayani 8-10 shift rekaman.
Tak Perlu Takut Bersaing
Bicara tentang industri musik di Indonesia ibarat angka kelahiran penduduk Indonesia yang terus bertambah setiap tahun. Kalau tidak percaya, coba tengok acara musik di beberapa TV setiap pagi. Hampir setiap episode selalu menampilkan band pendatang baru yang mengisi acara, beberapa wajah diantaranya masih terlihat asing. Di industri musik, hampir setiap minggu perusahaan rekaman melahirkan band atau penyanyi baru yang meramaikan belantika musik Indonesia. Band yang bernaung dibawah perusahaan rekaman tak semua mendapat perhatian seperti band besar yang menjadi sumber pemasukan bagi perusahaan. Band yang kurang mendapat perhatian itu yang kemudian menjadi berkah bagi studio musik seperti Als Studio. Mereka membutuhkan studio dengan harga terjangkau namun kualitasnya tak kalah dengan industri rekaman.
Dengan banyaknya peminat di bidang musik, maka akan banyak pula orang-orang yang menjalankan bisnis serupa. Ketika ditanyakan hal tersebut, Dimas mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan persaingan karena ia sudah perhitungkan sebelumnya. Saat Als Studio masih dalam tahap perencanaan, Dimas telah melakukan pemetaan tentang studio yang berada di sekitar kawasan Rempoa-Bintaro. Dalam catatannya terdapat setidaknya lima studio musik yang berada dalam radius 1-3km dari studionya. “Semakin banyak studio di satu kawasan setidaknya memberi banyak pilihan bagi band kalau di satu studio penuh,” ujar pria yang hobi makan tersebut.
Dimas menyarankan jika Anda ingin membangun bisnis studio musik yang perlu diperhatikan adalah peredam suara, instrumen musik, dan lokasi. “Kalau ingin membuat studio rekaman, yah minimal memiliki pengetahuan tentang audio engineering,” ujar pria yang juga pernah mengikuti pendidikan audio engineering tersebut.


